PTK Gandeng BNI Syariah dalam Pembiayaan Pembangunan Kapal

PTK Gandeng BNI Syariah dalam Pembiayaan Pembangunan Kapal

Jakarta, jurnalkota.id

Sebagai strategi meningkatkan keandalan moda angkut kebutuhan energi nasional dan program investasi khususnya pengadaan kapal, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjalin kerja sama dengan PT BNI Syariah.

Menurut Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan berharap, kerja sama yang telah ditandatangani tersebut adalah akad pembiayaan investasi musyarakah senilai Rp 175 miliar untuk mendukung program investasi pembangunan dua unit Kapal Harbour Tug 3200 HP, dengan jangka waktu tujuh tahun.

Kerja sama PTK dengan BNI Syariah ini, kata dia, bisa menggairahkan industri galangan kapal yang saat ini kurang menggembirakan. “Selain itu, membantu pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian, serta menunjang induk perusahaan PT Pertamina (Persero) dalam mendistribusikan BBM ke seluruh Indonesia,” kata Nepos dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (02/9/2020).

Lebih jauh ia mengatakan, saat ini jumlah kapal milik PTK sudah mencapai lebih dari 100 unit (TMT Oktober 2020 ada 122 unit) terdiri dari kapal Cargo, Small Tanker, AHTS, Harbour Tug, Mooring Boat, SPOB, Pilot Boat dan RIB. PTK juga mempunyai empat anak usaha yakni, PT Peteka Karya Samudra, PT Peteka Karya Gapura, PT Peteka Karya Tirta dan PT Peteka Karya Jala. Lalu, satu join venture yakni PT Trans Young Maritime.

Sementara Pemimpin Divisi Komersial BNI Syariah, Daryanto Tri Sumardono mengatakan, meski terjadi pandemi Covid-19, per Juni 2020 realisasi pembiayaan komersial, menengah, dan kecil BNI Syariah mencapai Rp 13,6 triliun.

“Mayoritas pembiayaan komersial disalurkan ke sektor konstruksi seperti listrik, gas air. Lalu industri pengolahan seperti perdagangan, hotel dan restoran, serta jasa dunia usaha,” ungkapnya.(Sya)

HUT ke 51 Tahun, PTK Siap Terapkan Prinsip Operation Excellence

HUT ke 51 Tahun, PTK Siap Terapkan Prinsip Operation Excellence

Jakarta, jurnalkota.id

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) siap menjalankan bisnisnya dengan prinsip Operational Excellence yaitu mengimplementasikan Aspek HSSE (safety) secara penuh pada level tertinggi dan memastikan semua Sarana dan Fasilitas beroperasi dengan kehandalan (reliability) yang tinggi.

“Sebagai Korporasi dengan segmen bisnis operation gain maka untuk bisa sustain dan bertumbuh, PTK harus menjalankan bisnisnya dengan prinsip Operational Excellence yaitu mengimplementasikan Aspek HSSE (safety) secara penuh pada level tertinggi. Dan harus memastikan semua sarana dan fasilitas beroperasi dengan kehandalan (reliability) yang tinggi,” kata Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan, dalam sambutanmya pada HUT PTK ke 51 di Jakarta, Rabu (09/9/2020).

Menurut Nepos, berbagai upaya telah dilakukan  management kepada seluruh Pekerja agar dapat memberikan kontribusi untuk merealisasikan peluang-peluang bisnis, melakukan transformasi dan digitalisasi Proses Bisnis.  Selain itu, PTK juga melaksanakan upaya efisiensi di seluruh aspek sesuai kewajaran serta meletakkan kepentingan Perusahaan diatas kepentingan pribad

“Untuk meningkatkan Laba Perusahaan pada tahun 2020 ini, PTK telah melakukan penambahan armada kapal sebanyak 155 unit kapal, dengan berbagai jenis, antara lain ; Harbour Tug 3200 HP, Mooring Boat, Clam Shell Grab Dredger, Self Propelled Splid Hopper Barge, RBB Oil Combat, unit RBB Passenger, Fighting Craft, Alumunium Boat, Pilot Boat, Crew Boat dan RBB LDPE Boat,” papar Nepos.

“Disamping upaya tersebut, PTK juga telah membuat berbagai terobosan bisnis dengan berbagai pihak, baik sesama Grup Pertamina maupun diluar Pertamina, diharapkan dengan berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan revenue agar target Laba Bersih Perusahaan dapat dicapai,” tambah dia.

Lebih jauh ia mengatakan, berdasarkan laporan Keuangan PTK Audited tahun 2019, PTK mendapatkan Laba Bersih sebesar Rp 295 miliar, atau meningkat 5,7% dari tahun 2018 sebesar Rp 279 miliar. Dan pada bulan Agustus 2020 jumlah armada kapal milik PTK menembus angka 100 unit, meningkat sangat signifikan mencapai 119 unit kapal.

“Dengan melihat semangat kinerja insan PTK baik yang di kantor pusat maupun operasional, management sangat optimis target kita tahun 2020 yang diberikan pemegang saham Laba Bersih sebesar Rp 375 miliar akan tercapai. Namun saya berharap capaian harus diikuti dengan keselamatan kerja tetap terjaga,” paparnya.

Sementara untuk capian Pendapatan PTK tahun 2019  mencapai Rp 2,772 triliun, atau meningkat 31,44% dari Rp 2,109 Triliun pada tahun 2018. “Jumlah aset Perusahaan juga meningkat sebesar 6,3% dari Rpm4,45 triliun pada tahun 2018, menjadi Rp 4,73 triliun pada tahun 2019,” ungkapnya.

Untuk HSSE juga sangat membanggakan, dari 6.271.064 jam kerja pada tahun 2019; fatalitas 0 kejadian dan tumpahan minyak 0 kejadian. Penilaian Kesehatan Perusahaan mendapatkan skor 90,09% (AA), atau dikatagorikan “Sehat”.

“Dan yang tidak kalah penting adalah Penilaian GCG Perusahaan juga mengalami peningkatan sebanyak 6,08 poin dari skor 71,64 pada tahun 2018, menjadi 77,73 dengan katagori “Baik”,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan Launching Branding Transko dan perubahaan Logo AP PTK, yakni Branding Logo Transko. Nantinya setiap kapal Baru PTK sudah diberi Branding Logo “TRANSKO” yang merupakan singkatan dari Trans Kontinental yang berarti “Kapal-kapal PTK siap mengarungi Samudera di seluruh dunia untuk menghantar PTK menuju Perusahaan berskala Global pada Tahun 2026”.

Selain itu, Logo Baru Anak Perusahaan, PTK diantaranya PT Peteka Karya Samudera, PT Peteka Karya Gapura, PT Peteka Karya Tirta dan PT Peteka Karya Jala sudah menggunakan Logo Baru. Logo baru tersebut disesuaikan dengan bisnis Anak Perusahaan, dengan maksud untuk melaksanakan Transformasi dalam segala kegiatan usaha AP PTK.

Sebelumnya, Nepos juga mengapresiasi Tim PC Prove Angguk-Angguk Mantul (AAM) yang berhasil lolos ke Konferensi The International Academic Forum (IAFOR) di Tokyo – Jepang. “Mari kita doakan bersama semoga Tim AAM berhasil mendapatkan hasil yang terbaik untuk mengharumkan nama baik Bangsa Indonesia, dan juga Induk Perusahaan kita PT Pertamina (Persero),” ucapnya bangga.

Sementara itu, dengan tetap menerapkan Protocol Kesehatan Covid-19, perayaan ulang tahun PTK ke 51 tahin ini diselenggarakan secara virtual dan live dalam kesederhanaan namun tanpa mengurangi kehikmatan.

Hadir pada acara HUT PTK Ke 51, antara lain Jajaran Dewan Komisaris PTK, Jajaran Direksi PTK, Jajaran Direksi Sub Holding Pertamina International Shipping, para Direktur Anak Perusahaan PTK dan Joint Venture PTK serta seluruh Pekerja PTK Kantor Pusat, Cabang dan para Crew kapal yang mengikuti secara video conference.(Sya)

 

PWI Jaya Dukung Pembangunan Sarana Transportasi Tol Laut

PWI Jaya Dukung Pembangunan Sarana Transportasi Tol Laut

Jakarta, jurnalkota.id

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah menegaskan, bahwa tol laut merupakan program pemerintahan Joko Widodo dalam mewujudkan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut yang menjadi kesatuan dari pembangunan nasional sebagai modal pertumbuhan perekonomian nasional dan mendukung daya saing nasional secara global.

Menurutnya, transportasi laut tidak dapat dipisahkan dari fakta bahwa fitrah Indonesia adalah sebuah negara maritim. “Untuk mewujudkan hal ini tentunya diperlukan keberpihakan kebijakan dan teknologi yang memadai serta dukungan penerapan teknologi yang memadai, riset-riset terkait dengan pemanfaatan laut atau dalam bidang maritim sangat diperlukan,” kata Sayid di sela

terkait pelaksanaan tol laut yang Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta bersama Direktorat Jenderal Laut Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (02/9/2020).

Untuk itu, lanjutnya, pembangunan sarana dan prasarana memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, budaya, serta kesatuan dan persatuan bangsa terutama sebagai modal dasar dalam memfasilitasi interaksi dan komunikasi di antara kelompok masyarakat serta mengikat dan menghubungkan antar wilayah.

“Pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut, yang menjadi kesatuan dari pembangunan nasional, diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan perekonomian nasional dan mendukung daya saing nasional secara global,” tukasnya.

Menurut dia, dukungan sarana dan prasarana terhadap pertumbuhan ekonomi nasional terutama diwujudkan dalam peran jaringan transportasi laut yang memungkinkan orang, barang, dan jasa bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain dan pertukaran informasi secara cepat.

“Kita mencatat kehadiran tol laut berhasil meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus barang ke wilayah Indonesia Timur seperti ke Ambon Maluku. Sehingga menurunkan disparitas harga sebanyak 15-20 persen di sejumlah wilayah di Indonesia Bagian Timur,” paparnya.

Sementara secara nasional, lanjut Sayid, hingga akhir 2019 tol laut sudah meningkatkan distribusi logistik nasional sebesar 41 juta ton dalam tiga tahun terakhir. “Dari data yang dipublikasikan BPS, volume distribusi logistik nasional tahun 2015 mencapai 238 juta ton, menjadi 279 juta ton pada 2018 dan tol laut berperan dalam kenaikan tersebut,” tukasnya

Melihat kinerja positif tersebut, lanjut dia, Kementerian Perhubungan harus terus mendorong optimalisasi peranan Tol Laut dalam rantai logistik nasional, pemerintah kini mendorong penyelenggaraan angkutan logistik Tol Laut bukan hanya dari pelabuhan ke pelabuhan, tapi sampai ke konsumen, sehingga tepat sasaran ke masyarakat melalui harga komoditi yang lebih terjangkau.

“PWI Jaya berharap forum ini dapat menjadi tempat seluruh pihak menyampaikan aspirasi mereka yang tentu saja berupa aspirasi positif bagi terwujudnya Tol Laut sebagai sarana mewujudkan konektivitas antar wilayah yang selama ini menjadi hambatan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, diskusi yang digelar beraama Direktorat Jenderal Laut Kementerian Perhubungan tersebut sebagai  sebagai dukungan terhadap pelaksanaan tol laut yang merupakan modal dasar penghubung aktivitas ekonomi, sosial, budaya, serta kesatuan dan persatuan bangsa maritim.(Sya)

Perkuat Armada Milik, PTK Bangun Sinergi dengan BSM

Perkuat Armada Milik, PTK Bangun Sinergi dengan BSM

Jakarta, jurnalkota.id
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) dan PT Bank Mandiri Syariah (BSM), Rabu (19/8/2020) melakukan perjanjian Kerjasama Pembiayaan Investasi & MoU Payroll Pekerja serta Layanan Produk Perbankan.

Direktur Utama Pertamina Trans Kontinental, Nepos MT Pakpahan berharap, kerjasama ini dapat memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, dimana PTK mendapatkan dana untuk pembiayaan kapal-kapalnya dan pihak BSM dapat menyalurkan kredit dengan bunga yang kompetitif.

Bagi PTK sendiri kata Nepos, pendanaan ini untuk mendukung program investasi pembiayaan 11 unit Kapal Harbour Tug 3200 HP, dengan masa waktu selama 5 Tahun 6 Bulan.

“Saya berharap, kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendala sehingga tidak saja memberikan keuntungan bagi PTK dan BSM tetapi juga turut membantu Pemerintah dalam menggairahkan ekonomi, khususnya industri galangan kapal yang saat ini kondisinya kurang mengembirakan akibat dari dampak pendemi Covid-19 yang masih dihadapi  seluruh dunia,” papar Nepos.

Lebih jauh ia mengatakan, dengan visi “Menjadi perusahaan jasa maritim yang terintegrasi dengan skala global pada tahun 2026” PTK terus mengembangkan bisnisnya dan terus melakukan terobosan dengan mencari peluang-peluang bisnis, baik di lingkungan Pertamina Grup maupun di luar Pertamina, khususnya untuk memenuhi kebutuhan kapal-kapal yang diperlukan oleh para pelanggan. “PTK juga turut mengemban tugas mulia Pertamina untuk menyalurkan kebutuhan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tukasnya.

Saat ini, kata Nepos, jumlah armada kapal milik PTK sudah mencapai lebih dari 100 unit (tmt Agustus 2020 ada 119 unit) terdiri dari kapal Cargo, Small Tanker, AHTS, Harbour Tug, Mooring Boat, SPOB, Pilot Boat dan RIB.

“Sesuai rencana program investasi yang telah disetujui oleh Pemegang Saham, maka PTK setiap tahun akan terus menambah armada kapal milik secara bertahap, karena banyaknya jumlah permintaan pelanggan akan kapal guna menunjang operasinya,” kata Nepos yang juga mengungkapkan bahwa saat ini di PTK ada 4 Anak Perusahaan yakni PT Peteka Karya Samudra, PT Peteka Karya Gapura, PT Peteka Karya Tirta dan PT Peteka Karya Jala serta 1 join venture yakni, PT Trans Young Maritime.


Sementara Direktur Wholesale Banking Mandiri Syariah, Kusman Yandi mengatakan, kerjasama Mandiri Syariah dengan PTK ini semakin menguatkan sinergi antar grup BUMN. “Selain itu juga meningkatkan peranan bank syariah dalam literasi keuangan syariah sesuai yang diamanahkan pemerintah agar berdampak positif pada perekonomian nasional

“Sejalan dengan maqashid syariah, Mandiri Syariah tidak hanya hadir sebagai sahabat finansial tetapi juga sahabat spiritual. Untuk kemasalahatan umat 2,5% laba perusahaan dialokasikan untuk dana kebajikan dan disalurkan pada bantuan kemanusiaan, beasiswa, anak yatim, pembangunan sarana pendidikan dan pembangunan masjid,” paparnya.

Mandiri Syariah, kata dia, tidak sebatas menyediakan solusi untuk bertransaksi, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui layanan khas syariah. Seperti fitur zakat, infaq, sedekah, wakaf (ziswaf), informasi waktu sholat, lokasi masjid terdekat, juz amma, dan fitur berbagi dan beribadah lainnya di Mandiri Syariah Mobile.

“Kami berharap produk-produk syariah dapat menjadi pilihan bagi karyawan yang menghendaki layanan keuangan berprinsip syariah. Selain itu, produk retail Mandiri Syariah juga bekerjasama dengan layanan wholesalebanking,” tambah Yandi.

Hadir pada acara pendantanganan perjanjian kerjasama tersebut, antara lain, Direktur Keuangan PT Pertamina International Shipping, Diah Kurniawati. Dari PT BSM; Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi; SEVP Individual dan SME Banking, Wawan Setiawan; Group Head Corporate Banking 2 BSM, Fiti Syam; Group Head Consumer Finance 1 BSM, Dien Lukita; Regional CEO 3 BSM, Deden Durachman. Dari PTK ; Direktur Keuangan & SDM, Azwani; Direktur Pemasaran, Arsono Kuswardanu;  VP Vinance, Baheramsyah dan Corporate Secretary, Rifky Rakhman Yusuf.(Sya)

Maknai Kemerdekaan, Pertamina Grup Bantu Korban Sinabung

Maknai Kemerdekaan, Pertamina Grup Bantu Korban Sinabung

Jakarta, jurnalkota.id
Memaknai kemerdekaan RI, Pertamina grup bersama Hiswana Migas DPC Sumut mengunjungi langsung Desa Gung Pinto, Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo yang merupakan warga terdampak erupsi Gunung Sinabung.

Menempuh jalan berdebu tebal akibat hujan abu vulkanik, rombongan memberikan bantuan bagi warga Desa Gung Pinto dan Desa Kutambelin yang hanya berjarak 6,8 km dari pusat erupsi.

Rombongan disambut dengan pekikan Merdeka! Merdeka! Merdeka! Pekikan penuh semangat tersebut digemakan warga desa Gung Pinto di jambur (balai desa), meski desa mereka sepi dari perayaan Hari Ulang Tahun  ke-75 Republik Indonesia, akibat bencana erupsi Sinabung.

“Pada hari kemerdekaan ini, kami berbagi dengan saudara-saudara di dua desa Kecamatan Naman Teran. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga. Tetap semangat, kami mendukung bapak dan ibu semua,” ujar   General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Gema Iriandus Pahalawan dalam pesan tertulisnya yang diterima jurnalkota.id di Jakarta, Selasa (18/8).

Kepada warga diserahkan bantuan sejumlah 662 paket sembako berisi berisi beras, gula, susu kental manis, teh celup, sarden, garam dapur, kecap dan minyak goreng. Juga 2.150 masker produksi mitra binaan Pertamina MOR I.

Selain itu, Pertamina juga memberikan bantuan bagi posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo berupa 150 pasang kaca mata safety. Bantuan tersebut bersumber dari Pertamina MOR I, Serikat Pekerja Pertamina EP, Elnusa, Patra Niaga, Pertamina Lubricants, serta Hiswana Migas DPC Sumut.

Bantuan ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya pada Rabu (12/08), telah diserahkan pula bantuan 10.000 masker produksi mitra binaan Pertamina MOR I, 500 botol obat tetes mata dan 100 kotak air mineral. Bantuan diserahkan ke posko BPBD.

Sementara itu, Pertamina Geothermal Energy (PGE) juga memberikan bantuan penanganan pertama bagi warga Kecamatan Merdeka pada Rabu (12/08). PGE bekerja sama dengan Polres Karo, melakukan penyemprotan air untuk membasuh abu vulkanik menggunakan water canon.

Kepala Desa Gung Pinto, Roy Bangun mengungkapkaj bahwa jumlah kepala keluarga di desa yang ada di  Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo ini berjumlah 193 KK. “Puji syukur hingga kini tidak ada korban jiwa akibat erupsi Sinabung. Tapi ekonomi kami lumpuh, panen terancam gagal,” kata Roy.(Sya)

Kembangkan Potensi Desa, Kemendagri – Pertamina Bangun 4.308 Pertashop

Kembangkan Potensi Desa, Kemendagri – Pertamina Bangun 4.308 Pertashop

Jakarta, jurnalkota.id

Menteri Dalam Negeri, M Tito Karnavian mengatakan, bahwam Pembangunan 4.308 Pertashop di wilayah desa tidak hanya untuk mendekatkan layanan BBM dan LPG kepada masyarakat di pelosok negeri tetapi sekaligus akan turut menumbuhkembangkan potensi desa sehingga turut serta mendukung cita-cita Indonesia Maju.

Ia berharap, hadirnya Pertashop akan turut mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di perdesaan, mendorong tumbuhnya inovasi desa melalui kemitraan serta turut berperan dalam meningkatkan kapasitas pemerintahan desa.

”Program Pertashop sebagai salah satu wujud pembinaan umum Kemendagri terhadap Pemerintah Daerah dan Desa dalam upaya menumbuhkembangkan pola inovatif percepatan peningkatan kapasitas serta tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa yang bertumpu pada proses pembelajaran manajemen di dalam masyarakat, yang nantinya dapat menumbuhkan simpul-simpul jaringan pemberdayaan untuk memperkuat ekonomi lokal,” ujar Mendagri di Jakarta, Senin (17/8/2020).

Menurut Tito, konsep Pertashop ini bertujuan melayani kebutuhan BBM seluruh wilayah Indonesia, mendekatkan konsumen akhir, dan pengembangan penguasaan outlet sampai level ke perdesaan. “Konsep yang dikembangkan dalam Pertashop ini adalah skema kerjasama antara Pemerintah, Pertamina dan Mitra Desa,” imbuh Tito.

Lebih jauh ia mengatakan, kolaborasi Kemendagri melalui Ditjen Bina Pemerintahan Desa dengan Pertamina merupakan penguatan dan reorientasi kembali pendekatan pembangunan pemerintahan Desa dengan paradigma baru untuk menjawab ketertinggalan pembangunan desa yang berdampak terhadap masyarakat dan menjadi salah satu poin penting dalam upaya pengarusutamaan Desa dalam Pembangunan Nasional.

Ia juga berpesan agar Pemerintah Daerah bersama Pemerintah Desa, senantiasa mengacu pada Nota Kesepahaman Kerjasama antara Kemendagri dan Pertamina agar dapat segera melakukan pemetaan lokasi potensial dengan omset 400 liter/hari.

“Selain itu, Pemerintah Daerah juga agar turut mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pembangunan dan pengoperasian Pertashop yang dapat membantu menumbuhkembangkan potensi Desa, serta tidak memanfaatkan program Pertashop untuk kepentingan politik,” tutupnya.

Sementara Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menegaskan, hingga Agustus 2020, Pertamina telah merealisasikan pembangunan 500 unit Pertashop yang telah dan siap beroperasi di 23 provinsi dari target 4.308 unit. Pertashop pada tahun 2020 akan menjangkau 3.827 kecamatan yang belum memiliki Lembaga penyalur BBM dan LPG.

Menurut Nicke, pembangunan Pertashop akan terus berlanjut sampai seluruh kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG kecamatan terwujud. ”Pertamina akan memprioritaskan pelaku UMKM serta lembaga usaha yang ada di Desa sebagai pengelola Pertashop,” ujar Nicke.

Pertashop, lanjut Nicke, sejalan dengan Program Pertamina One Village One Outlet (OVOO) sehingga nantinya akan menjadi pusat ekonomi baru yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

”Bagi Pertamina, Pertashop dan juga BBM Satu Harga  merupakan pelaksanaan amanah undang-undang untuk menyediakan energi hingga pelosok negeri untuk mewujudkan energi yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia Maju sesuai yang dicita-citakan,” pungkas Nicke.(Sya)

Pertamina Dedikasikan Rp 839 M untuk Penanganan Covid-19

Pertamina Dedikasikan Rp 839 M untuk Penanganan Covid-19

Jakarta, jurnalkota.id
Pertamina Grup secara solid bersinergi untuk mendukung dan berkontribusi dalam penanganan covid sebesar Rp 839 miliar. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk alat medis hingga APD lengkap untuk rumah sakit rujukan covid, sarana fasilitas kesehatan hingga extra fooding untuk masyarakat.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 231 miliar di dedikasikan untuk 124 rumah sakit, 112 puskesmas dan 82 posyandu melalui sinergi Pertamina Grup di seluruh Indonesia,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman di Jakarta, Senin (17/8).

Menurut dia, sebanyak 569.743 pcs masker dan 7.536 liter hand sanitizer disalurkan untuk Posyandu, Puskesmas, RS, Costumer SPBU, Awak Mobil Tangki (AMT), Masyarakat dan Instansi Pemerintah. “Kami menyalurkan juga sebanyak 221.926 APD (Hamzat/coverall) bagi petugas medis di berbagai RS dan Puskesmas serta instansi pemerintah dan 6.433 titik lokasi penyemprotan disinfektan pada sarana Ibadah, Sekolah, SPBU dan Fasum lainnya, 1967 unit wastafel portable untuk Puskesmas dan Fasum lainnya, serta 102.920 pasang sarung tangan untuk petugas medis dan awal mobil tangka,” tukasnya.

Selain itu, kata dia, dana sebesar Rp 130 miliar di dedikasikan untuk renovasi fasilitas dan alat kesehatan RS Rujukan Covid-19 dan bantuan perlengkapan operasional, termasuk pengadaan 315 unit ventilator serta 142.908 Paket makanan siap santap/sembako bagi petugas medis, jurnalis, pekerja sektor informal, kaum marginal.

“Kontribusi Pertamina untuk bangsa juga di wujudkan dalam bentuk Pembangunan RS. Pertamina Pusat (RSPP) Extension Covid-19 di Simprug dengan biaya pembangunan Rp. 186 miliar dan pembelian alkes Rp. 146 MIliar dilengkapi ICU Room 30 Bed & IGD 20 Bed Non ICU Room 240 – 250 Bed, jumlah tenaga medis 282 dokter dan 660 perawat serta 321 tenaga support,” papar Fajriyah.

Begitu pula dengan pembangunan Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) yang disulap sebagai Rumah Sakit Covid-19 dengan 90 Bed RS Modular yang dilengkapi CCTV intertif 2 arah di tiap kamar.

Sementara itu sebanyak 52 kamar Hotel Patrajasa juga dijadikan tempat istirahat tenaga medis, pembangunan laboratorium Test covid yang dilengkapi dengan mesin cobas, mesin magnapure & Lightcyler yang mampu mendeteksi sampel secara cepat dan akurat dengan kapasitas per harinya bisa mencapai 1.400 sampel.

“Semua kamar memiliki negative Pressure, exhaust fan dengan filter hepa dan filter bibo khusus untuk virus, 120 ventilator dan peralatan media lainnya, serta 2 robot media (Amy dan Temi) yang dimanfaatkan untuk melayani para pasien untuk mengurangi interaksi langsung tenaga medis dengan pasien,” pungkas Fajriyah.(Sya)

Bukukan Pendapatan US$ 54,58 M, Pertamina Bersurat ke  Fortune Global

Bukukan Pendapatan US$ 54,58 M, Pertamina Bersurat ke  Fortune Global

Jakarta, jurnalkota.id

PT Pertamina (Persero) melayangkan surat resmi kepada pengelola Fortune Global terkait pemeringkatan Fortune 500 tahun 2020 yang tidak mencantumkan nama Pertamina.

Fortune Global 500 merupakan ajang tahunan oleh majalah Fortune yang memberikan peringkat kepada 500 perusahaan berdasarkan total pendapatan yang tertuang dalam laporan keuangan perusahaan pada tahun fiskal sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2019, Pertamina berhasil meraup pendapatan sebesar US$54,58 miliar dan laba bersih US$2,5 miliar. Dengan capaian kinerja keuangan tahun 2019 tersebut, Pertamina seharusnya berada di posisi 198 Fortune Global 500 Tahun 2020.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, untuk mendapatkan informasi mengenai proses pemeringkatan, Pertamina sedang melakukan penelusuran dan meminta penjelasan langsung kepada pihak pengelola.

“Daftar yang dibuat Fortune Global 500 tersebut merupakan aksi monitoring pasif yang dilakukan Fortune, tanpa melakukan klarifikasi langsung kepada Pertamina. Dengan revenue yang diraih Pertamina pada 2019, seharusnya kami masih terdaftar di posisi 198 Fortune Global 500. Sehingga kami perlu mendapat penjelasan resmi dari institusi penyelenggara,” kata Fajriyah dalam pesan tertilisnya yang diterima Ruangenergi.com di Jakarta, Senin (17/8).

Fajriyah menjelaskan, Pertamina membukukan pendapatan pada 2019 sejajar dengan peringkat ke-198, yaitu Nippon Steel Corporation dengan pendapatan US$ 54,45 miliar atau Rp 806 triliun (kurs Rp14.800/US$), sedangkan Pertamina mencatatkan pendapatan US$ 54,58 miliar atau Rp 808 triliun pada 2019. “Bahkan, berdasarkan Fortune Global 500, Nippon Steel Corp. membukukan kerugian sekitar US$ 3,97 miliar, sedangkan Pertamina masih mencatatkan profit US$ 2,5 miliar,” ungkapnya

“Kami seharusnya tidak terlempar dari daftar, bahkan bisa sejajar dengan peringkat ke-198, dengan Nippon [Nippon Steel Corporation]. Jadi sebetulnya kami masih dapat berada dalam kisaran Top 500,” tambah Fajriyah.

Dengan revenue US$ 54,58 miliar dan posisi di peringkat 198,  lanjut dia,  Pertamina bahkan tercatat masih unggul dari beberapa perusahaan global terkenal lainnya, seperti Goldman Sachs Group, Morgan Stanley, Caterpillar, dan LG Electronic yang berada di posisi 202 – 207 dengan pendapatan sekitar US$ 53 miliar. Sementara perusahaan energi dunia lainnya seperti Repsol dan ConocoPhilips berada di peringkat 245 dan 348.

Fajriyah Usman optimistis pada tahun mendatang Pertamina dapat kembali tercatat dalam daftar Fortune Global 500 dengan posisi yang lebih tinggi. Pasalnya, restrukturisasi yang dijalankan Pertamina saat ini merupakan bagian dari transformasi bisnis sebagaimana perusahaan energi kelas dunia untuk meningkatkan nilai perusahaan.

“Dengan dukungan dari Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi serta seluruh pekerja, Pertamina berharap aspirasi sebagai global energy champion dapat tercapai dan mampu menempatkan BUMN ini di posisi 100 Fortune Global,” tukasnya.

“Upaya pencapaian aspirasi ini salah satunya juga didorong oleh implementasi New Pertamina Clean yang merupakan komitmen Komisaris, Direksi, manajemen dan seluruh pekerja Pertamina untuk terus berintegritas tinggi, bersih, dan transparan,” pungkasnya.(Sya)

Sukses Produksi D100, Kado Pertamina untuk HUT RI

Sukses Produksi D100, Kado Pertamina untuk HUT RI

Jakarta, jurnalkota.id

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati mengatakan, produksi D100 menggunakan bahan baku 100% minyak sawit yang diproduksi di Kilang Dumai, Riau beberapa waktu lalu menjadi kado Pertamina menjelang HUT Ke-75 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2020.

“Kita berhasil melakukan lompatan besar dengan sukses melakukan uji coba produksi Green Diesel D100 sebesar 1.000 barel per hari pada Juli lalu. Dan ini menjadi kado Pertamina untuk HUt Kemerdekaan RI ke 75,” kata Nicke di Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyampaikan dalam pidato kenegaraan pada Jumat 15 Agustus 2020, bahwa upaya besar telah dan sedang dilakukan dalam membangun kemandirian energi. “Tahun 2019, kita sudah berhasil memproduksi B20, dan tahun ini (2020) sudah mulai B30, sehingga  bisa menekan impor minyak,” ujar Presiden.

Presiden juga mengapresiasi Pertamina yang telah bekerja sama dengan para peneliti ITB untuk memproduksi katalis merah putih sebagai komponen utama dalam pembuatan D100 yang akan menyerap minimal 1 juta ton sawit produksi petani per harinya.

“Hilirisasi bahan mentah yang lain juga terus dilakukan secara besar-besaran. Batubara diolah menjadi metanol dan gas dan beberapa kilang dibangun untuk mengolah minyak mentah menjadi minyak jadi, dan sekaligus menjadi penggerak industri petrokimia yang memasok produk industri hilir bernilai tambah tinggi. Hal ini akan memperbaiki defisit transaksi berjalan, meningkatkan peluang lapangan kerja dan mulai mengurangi dominasi energi fosil,” pungkas Jokowi.

Sementara Nicke mengungkapkan, bahwa Indonesia sendiri punya semua apa yang diperlukan.”Tinggal kemudian bagaimana kita secara smart mengolah sumber daya ini menjadi energi yang bisa menciptakan kemandirian dan kedaulatan energi nasional,” ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa bahan bakar ramah lingkungan D100 menjadi ikhtiar Pertamina mewujudkan Nawacita yakni mengoptimalkan sumber daya dalam negeri untuk membangun ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.

Nicke menambahkan, Green Diesel D100 memanfaatkan sumber daya minyak sawit yang melimpah di dalam negeri sebagai bahan baku utamanya, sehingga bahan bakar tersebut memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sangat tinggi. “Dengan demikian, produksi D100 ini sekaligus juga akan menekan defisit impor bahan bakar minyak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Nicke.

Uji coba produksi Green Diesel di Kilang Dumai sendiri, imbuh Nicke, sudah dimulai sejak 2014 dengan melakukan injeksi minyak sawit jenis Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) secara bertahap.

Dimulai dari injeksi 7,5 persen RBDPO pada Desember 2014, kemudian 12,5 persen pada Maret 2019, dan terakhir 100 persen pada Juli 2020.

Dalam uji coba performa melalui road test sepanjang 200 km, D100 yang dicampur dengan Solar dan FAME, terbukti menghasilkan bahan bakar diesel yang lebih berkualitas dengan angka cetane number lebih tinggi, lebih ramah lingkungan dengan angka emisi gas buang yang lebih rendah, serta lebih hemat penggunaan bahan bakar.

“Selain pengolahan minyak sawit di Kilang Dumai, Pertamina juga akan membangun dua standalone biorefinery lainnya yaitu di Cilacap Jawa Tengah, dan Plaju Sumatera Selatan,” terang Nicke.

Standalone biorefinery di Cilacap nantinya juga dapat memproduksi green energy berkapasitas 6.000 barel per hari, sedangkan di Plaju berkapasitas 20.000 barel per hari.

Kedua standalone biorefinery itu akan memproduksi Green Diesel dan Green Avtur dengan bahan baku 100% minyak nabati.

Selain Green Diesel, Pertamina juga telah berhasil melakukan uji coba produksi Green Gasoline di Kilang Plaju dan Cilacap sejak 2019 dan pada 2020 sudah mampu mengolah bahan baku minyak sawit hingga sebesar 20% injeksi.

“Mengolah minyak sawit menjadi Green Diesel sebenarnya sudah juga dilakukan oleh beberapa perusahaan lain di dunia, namun mengolah minyak sawit menjadi Green Gasoline dalam skala operasional baru pertama kali dilakukan di dunia, dan itu oleh Pertamina,” kata NIkce

Ia menambahkan bahwa produksi Green Diesel D100 itu diproses dengan bantuan katalis yang dibuat oleh putra-putri bangsa sebagai hasil kerja sama Research & Technology Center Pertamina dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Produksi D100 di kilang Pertamina dengan bahan baku minyak sawit yang melimpah di dalam negeri serta menggunakan katalis Merah Putih menjadi wujud inovasi anak bangsa. Menjadi kebanggaan bagi Pertamina dapat menciptakan solusi untuk Indonesia,” katanya.

Pertamina bersama ITB dan PT Pupuk Kujang juga telah menandatangani kerja sama perusahaan patungan (joint venture) untuk membangun pabrik katalis nasional pertama di Indonesia dengan target penyelesaian pada 2021.

Secara global, menurut Nicke, mulai 2030, pertumbuhan energi baru dan terbarukan diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan energi fosil. “Oleh karena itu, sangat tepat jika sejak saat ini atau 10 tahun sebelumnya, Pertamina telah mulai menyiapkan pabrik katalis Merah Putih ini untuk mewujudkan kemandirian energi nasional,” paparnya.

Ke depan, lanjut dia, Pertamina tidak hanya mengembangkan green energy dari CPO atau sawit, tetapi juga dari sumber daya lainnya seperti algae, gandum, sorgum dan sebagainya.

“Pertamina akan terus mendayagunakan segala sumber daya alam domestik, untuk mendukung kemandirian dan kedaulatan energi nasional,” tutup Nicke.(Sya)

 

Pandemic Covid-19, Pertamina Maksimalkan Program PDS

Pandemic Covid-19, Pertamina Maksimalkan Program PDS

Jakarta, jurnalkota.id
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman mengungkapkan, bahwa sejak pandemic Covid-19, Pertamina semakin giat memaksimalkan program yang langsung menyentuh ke konsumennya dengan berbagai kemudahan untuk mendapatkan produk yang digunakan tanpa harus keluar rumah.

“Kita memberikan kemudahan untuk mendapatkan produk yang digunakan tanpa harus keluar rumah, dibuka setiap hari dengan cukup menghubungi call center pertamina 135 atau aplikasi MyPertamina,” kata Fajriyah di Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Menurut dia, sejak pertama program Pertamina Delivery Service atau pesan antar dikenalkan ke masyarakat di bulan Agustus 2019 lalu hingga kini tercatat sekitar 25 ribu pesanan baik untuk layanan antar LPG maupun BBM.

“Sejak PSBB diberlakukan bulan Maret lalu, permintaan melalui PDS makin memperlihatkan pergerakan yang cukup signifikan peningkatannya, dan puncaknya pada bulan Juni 2020 lalu permintaan bisa mencapai sekitar 9 ribu order,” ujarnya.

“Sedangkan Pertamina Lubricant Home service (PLHS) yang baru mulai digulirkan sejak bulan Maret 2020 atau sejak kebijakan PSBB mulai dijalankan, dalam satu bulan permintaan sudah mencapai rata-rata 500 pesan antar,” tambah dia.

Sementara layanan produk Bright Gas dari Agen LPG Pertamina sudah menjangkau 327 kota/kabupaten, BBM dari SPBU menjangkau 151 kota/kabupaten. Perluasan wilayah layanan antar terus dilakukan agar bisa menjangkau kota-kota besar, sedang maupun kecil. “Sebanyak 5.930 kecamatan sudah dapat dijangkau oleh PDS, dan layanan PDS sudah sampai menjangkau hampir seluruh Indonesia.” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, layanan yang diberikan dari PDS adalah segala kebutuhan energi pelanggan mulai dari kebutuhan BBM (tidak termasuk Premium, Pertalite dan Biosolar), hingga gas rumah tangga. “Begitu juga dengan PLHS, yang merangkul bengkel-bengkel channel Pertamina Lubricant untuk melakukan pengeceken, perbaikan mesin dan penggantian oli dirumah,” Imbuh Fajriyah.

Pembayaran pada layanan antar ini pun bisa dilakukan dengan tunai di rumah atau lokasi pemesanan atau bisa juga dengan aplikasi MyPertamina. Khusus BBM bisa juga menggunakan Voucher BBM. “Selama pemesanan, handphone harus dalam keadaan aktif untuk menerima konfirmasi pesanan dari petugas atau operator,” ujarnya.

“Seluruh petugas pengantaran dan juga produknya sudah melalui proses penyemprotan disinfektan untuk memastikan steril virus. Selama komunikasi dengan pelanggan juga tetap jaga jarak sesuai protokal pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan,” pungkas Fajriyah.(Sya)

About Jurnal Kota.id

Portal berita yang menyajikan informasi aktual, fakta dan terpercaya. Lahir dengan moto “Bicara Sesuai Fakta”. Keseimbangan dalam menyajikan realita dengan Cover Both Side. Disajikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat dan referensi untuk para pengambil keputusan.

Media Jurnal Kota terbit dalam bentuk cetak dan media online. Untuk pemasangan iklan cetak dan online dapat menhubungi (021) 54331420

Penerbit : PT. Media Tiga Serangkai
Rukan Gading Kirana Blok D 6 No. 32 Kelapa Gading Jakarta Utara 14240
Telp. (021) 45874085 Fax. (021) 45878796
jurnalkota03@gmail.com / jurnalkota2020@gmail.com

Jurnal Kota.id
(021)45874085

Mobile : 081218881273 –
jurnalkota03@gmail.com – juralkota2020@gmail.com